T: Hallo Brain Optimax, saya memiliki
seorang ibu berumur 60 tahun. Namun, akhir-akhir ini saya mulai khawatir karena
dia sering sekali lupa meletakkan barang-barang miliknya dan apa yang ingin dia
bicarakan terkadang sulit untuk diucapkan. Pertanyaan saya, apakah kira-kira
penyebabnya? Adakah cara untuk mengatasinya?
J:
Daya ingat yang mulai berkurang atau sering disebut
sebagai ‘pikun’ pada orang yang sudah memasuki usia 60 tahunan sebenarnya
adalah sesuatu yang lumrah. Hal ini karena ketika seseorang sudah memasuki usia
lansia, koneksi syaraf di otaknya sudah mulai berkurang dan akhirnya
berpengaruh pula pada kemampuan berpikirnya, khususnya daya ingat. Namun kita
memang perlu mencermati sejauh mana penurunan daya ingat ibu Anda berpengaruh
pada kehidupannya sehari-hari. Karena apabila memang sudah sangat mengganggu
fungsinya sehari-hari, maka bisa saja
gejala ‘kepikunan’ yang dialami ibu Anda sudah bisa dikategorikan sebagai
masalah yang bersifat klinis.
Berdasarkan pendekatan Neuro-psikofisiologis, masalah
kepikunan berkaitan dengan fungsi sel syaraf yang sudah menurun pada mereka
yang sudah lanjut usia. Hal ini yang akhirnya berpengaruh pada kecepatan dan
efisiensi pengolahan informasi mereka. Kami di Brain Optimax biasanya melakukan
pengecekan melalui Quantitative Brain Mapping (Q-BrainMap) untuk mengetahui ada
tidaknya pola gelombang otak yang berkaitan dengan kepikunan yang ibu Anda
alami. Untuk menegakkan diagnosa yang lebih tepat, biasanya kami juga perlu
melakukan beberapa tes dan observasi lainnya. Apabila Anda datang ke neurolog
(dokter ahli syaraf), mereka biasanya juga akan melakukan pemeriksaan melalui
pemindaian otak, untuk melihat ada tidaknya area pada otak ibu Anda yang
berubah secara struktural dibandingkan orang pada umumnya.
Di pertanyaan Anda, saya kurang dapat menangkap sejak
kapan pastinya ibu Anda mengalami gejala yang Anda sebutkan. Atau bagaimana
proses gejala kepikunan yang terjadi, misalnya apakah pada awalnya hanya hal-hal kecil namun
kemudian sampai hal-hal mendasar sehari-hari seperti lupa nama sendiri atau
lupa mengenai waktu saat ini, hari apa, jam berapa, dan lainnya. Kami
memerlukan informasi yang lebih lengkap mengenai hal ini karena akan membantu
dalam diagnosa dan penanganannya.
Apabila melihat gejala hanya dari apa yang Anda sebutkan, saya masih melihat bahwa
gejala ibu Anda masih dalam taraf normal untuk orang sesusianya. Untuk
membantunya mengatasi masalah yang ibu Anda alami, hal-hal kecil sehari-hari
bisa dilakukan. Sebagai contoh, agar beliau tidak lupa meletakkan
barang-barang, doronglah ia untuk membuat catatan kecil di sekitar ruangan
rumahnya yang berisi tulisan mengenai misalnya , ‘lemari A, isinya: a, b, c,
d..”. Atau misalnya, ‘Letakkan kacamata pada laci di sebelah tempat tidur’.
Dengan sering membaca hal ini, maka diharapkan ibu Anda akan lebih disiplin
meletakkan barang pada tempatnya dan tidak lupa menaruhnya. Apabila ia sudah
terlalu sulit untuk membaca misalnya, Anda bisa meminta bantuan orang yang
tinggal serumah dengan ibu Anda untuk membantunya mengingatkan atau
menyimpankan barang-barangnya. Untuk masalah ‘lupa’ tenyang yang ingin
dibicarakan, biasanya disebabkan oleh
kecepatan pengolahan informasi yang sudah berkurang. Hal yang perlu
dilakukan cukup beri beliau waktu untuk
mengingatnya dan tidak perlu paksa beliau untuk langsung mengingatnya. Biasanya
setelah beberapa lama, beliau akan bisa mengingatnya sendiri.
Latihan mental yang berkesinambungan juga dibutuhkan
untuk membantu otak ibu Anda tetap tajam. Di Brain Optimax sendiri, kami biasanya memberikan rangsangan bagi
sel-sel syaraf di otak dengan memberikan pelatihan gelombang otak. Pelatihan
ini bermanfaat untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas pengolahan informasi
otak para klien. Untuk latihan mental sehari-hari, dorong ibu Anda misalnya untuk mengerjakan
teka-teki silang atau rajin membaca informasi apa pun yang bermanfaat. Namun
bila ibu Anda mengalami kendala dalam hal membaca, maka dengan sering mengajak
beliau mengobrol serta mengizinkan ia tetap aktif melakukan hal yang
disukainya, seperti memasak, menjahit, dan lainnya juga akan membantu. Ajak
pula ia untuk rajin berolahraga, karena aktivitas fisik yang bermanfaat juga
akan membantu merangsang otaknya agar tetap aktif. Selain itu, dorong pula ia
untuk selalu mengonsumsi makanan yang sehat dengan banyak sayuran dan
buah-buahan serta lengkapi pula dengan suplemen yang tepat. Kebutuhan suplemen
dan nutrisi setiap orang sebenarnya berbeda-beda. Karena itu, untuk mengetahui
suplemen dan makanan apa yang lebih cocok bagi ibu Anda, Anda bisa langsung
berkonsultasi pada ahli gizi atau dokter keluarga Anda.
Salam untuk keluarga di rumah,
Tim Klinis Brain Optimax
Kelapa Gading Square Miami Bay M.38
Telp: (021)-4587 0229/9474-7614
Tidak ada komentar:
Posting Komentar