Minggu, 08 April 2012

Konsultasi: Pikun pada Lansia


T: Hallo Brain Optimax, saya memiliki seorang ibu berumur 60 tahun. Namun, akhir-akhir ini saya mulai khawatir karena dia sering sekali lupa meletakkan barang-barang miliknya dan apa yang ingin dia bicarakan terkadang sulit untuk diucapkan. Pertanyaan saya, apakah kira-kira penyebabnya? Adakah cara untuk mengatasinya?

J: 
Daya ingat yang mulai berkurang atau sering disebut sebagai ‘pikun’ pada orang yang sudah memasuki usia 60 tahunan sebenarnya adalah sesuatu yang lumrah. Hal ini karena ketika seseorang sudah memasuki usia lansia, koneksi syaraf di otaknya sudah mulai berkurang dan akhirnya berpengaruh pula pada kemampuan berpikirnya, khususnya daya ingat. Namun kita memang perlu mencermati sejauh mana penurunan daya ingat ibu Anda berpengaruh pada kehidupannya sehari-hari. Karena apabila memang sudah sangat mengganggu fungsinya sehari-hari,  maka bisa saja gejala ‘kepikunan’ yang dialami ibu Anda sudah bisa dikategorikan sebagai masalah yang bersifat klinis.
Berdasarkan pendekatan Neuro-psikofisiologis, masalah kepikunan berkaitan dengan fungsi sel syaraf yang sudah menurun pada mereka yang sudah lanjut usia. Hal ini yang akhirnya berpengaruh pada kecepatan dan efisiensi pengolahan informasi mereka. Kami di Brain Optimax biasanya melakukan pengecekan melalui Quantitative Brain Mapping (Q-BrainMap) untuk mengetahui ada tidaknya pola gelombang otak yang berkaitan dengan kepikunan yang ibu Anda alami. Untuk menegakkan diagnosa yang lebih tepat, biasanya kami juga perlu melakukan beberapa tes dan observasi lainnya. Apabila Anda datang ke neurolog (dokter ahli syaraf), mereka biasanya juga akan melakukan pemeriksaan melalui pemindaian otak, untuk melihat ada tidaknya area pada otak ibu Anda yang berubah secara struktural dibandingkan orang pada umumnya.
Di pertanyaan Anda, saya kurang dapat menangkap sejak kapan pastinya ibu Anda mengalami gejala yang Anda sebutkan. Atau bagaimana proses gejala kepikunan yang terjadi, misalnya apakah  pada awalnya hanya hal-hal kecil namun kemudian sampai hal-hal mendasar sehari-hari seperti lupa nama sendiri atau lupa mengenai waktu saat ini, hari apa, jam berapa, dan lainnya. Kami memerlukan informasi yang lebih lengkap mengenai hal ini karena akan membantu dalam diagnosa dan penanganannya.
Apabila melihat gejala hanya dari apa yang  Anda sebutkan, saya masih melihat bahwa gejala ibu Anda masih dalam taraf normal untuk orang sesusianya. Untuk membantunya mengatasi masalah yang ibu Anda alami, hal-hal kecil sehari-hari bisa dilakukan. Sebagai contoh, agar beliau tidak lupa meletakkan barang-barang, doronglah ia untuk membuat catatan kecil di sekitar ruangan rumahnya yang berisi tulisan mengenai misalnya , ‘lemari A, isinya: a, b, c, d..”. Atau misalnya, ‘Letakkan kacamata pada laci di sebelah tempat tidur’. Dengan sering membaca hal ini, maka diharapkan ibu Anda akan lebih disiplin meletakkan barang pada tempatnya dan tidak lupa menaruhnya. Apabila ia sudah terlalu sulit untuk membaca misalnya, Anda bisa meminta bantuan orang yang tinggal serumah dengan ibu Anda untuk membantunya mengingatkan atau menyimpankan barang-barangnya. Untuk masalah ‘lupa’ tenyang yang ingin dibicarakan, biasanya  disebabkan oleh kecepatan pengolahan informasi yang sudah berkurang. Hal yang perlu dilakukan  cukup beri beliau waktu untuk mengingatnya dan tidak perlu paksa beliau untuk langsung mengingatnya. Biasanya setelah beberapa lama, beliau akan bisa mengingatnya sendiri.
Latihan mental yang berkesinambungan juga dibutuhkan untuk membantu otak ibu Anda tetap tajam. Di Brain Optimax sendiri,  kami biasanya memberikan rangsangan bagi sel-sel syaraf di otak dengan memberikan pelatihan gelombang otak. Pelatihan ini bermanfaat untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas pengolahan informasi otak para klien. Untuk latihan mental sehari-hari,  dorong ibu Anda misalnya untuk mengerjakan teka-teki silang atau rajin membaca informasi apa pun yang bermanfaat. Namun bila ibu Anda mengalami kendala dalam hal membaca, maka dengan sering mengajak beliau mengobrol serta mengizinkan ia tetap aktif melakukan hal yang disukainya, seperti memasak, menjahit, dan lainnya juga akan membantu. Ajak pula ia untuk rajin berolahraga, karena aktivitas fisik yang bermanfaat juga akan membantu merangsang otaknya agar tetap aktif. Selain itu, dorong pula ia untuk selalu mengonsumsi makanan yang sehat dengan banyak sayuran dan buah-buahan serta lengkapi pula dengan suplemen yang tepat. Kebutuhan suplemen dan nutrisi setiap orang sebenarnya berbeda-beda. Karena itu, untuk mengetahui suplemen dan makanan apa yang lebih cocok bagi ibu Anda, Anda bisa langsung berkonsultasi pada ahli gizi atau dokter keluarga Anda.

Salam untuk keluarga di rumah,
Tim Klinis Brain Optimax
Kelapa Gading Square Miami Bay M.38
Telp: (021)-4587 0229/9474-7614

Tidak ada komentar:

Posting Komentar