Minggu, 08 April 2012


Si Kecil Sangat Aktif, Normal atau Tidak?
Oleh: Ratih Arruum Listiyandini, M.Psi, Psi.
Psikolog Klinis-Neuroterapis dari Brain Optimax


Beberapa ibu bertanya pada saya. Beliau bertanya, apakah normal bila anaknya sangat aktif dan tidak bisa diam. Ia merasa cemas, apakah anaknya normal atau tidak. Topik mengenai perkembangan anak yang sangat aktif ini seringkali ditanyakan kepada kami sebagai psikolog. Oleh karena itu, kali ini saya akan coba menjelaskannya dalam tulisan ini.

Sebenarnya seorang anak yang aktif adalah hal yang wajar, karena anak-anak biasanya memang spontan dan senang mengeksplorasi dunia sekelilingnya. Ada rentang usia dimana anak akan lebih aktif dibandingkan pada tahan perkembangan lainnya. Contohnya, anak-anak yang berusia dua hingga lima tahun tentunya lebih aktif dibandingkan pada usia selanjutnya. Pada usia-usia ini anak-anak sedang senang-senangnya mengeksplorasi dunia di sekelilingnya. Maka yang kita perlu lakukan sebagai orangtua adalah cukup mengarahkan ia pada aktivitas yang positif dan tidak merusak. Kita sebagai orangtua juga harus memperhatikan sejauh mana tingkat aktivitas anak masih dalam hal yang positif atau sudah dapat dikatakan cukup mengganggu.

Biasanya memang ketika anak mulai bersekolah, kita bisa melihat dan membandingkan seperti apa tingkat aktivitas anak kita dibandingkan teman-teman seusianya. Apabila teman-teman seusianya sudah bisa diarahkan gurunya untuk duduk tenang dan mau mengikuti instruksi guru, sedangkan anak misalnya justru tidak mau mendengar gurunya,  mengganggu teman-teman satu kelasnya, atau bahkan melakukan ulah yang membuat suasana kelas menjadi tidak tenang, Anda memang sudah saatnya perlu memberi perhatian terhadap perilaku anak Anda.

Alasan seorang anak menjadi sangat aktif dan sulit diatur sebenarnya ada banyak. Beberapa diantaranya misalnya, bisa saja untuk sekedar mencari perhatian. Untuk mengetahui bahwa hal ini yang memang menjadi alasannya,Anda perlu mengamati lebih lanjut apakah ada perbedaan perilaku aktif ketika ada yang memperhatikan dan ketika tidak ada yang memperhatikan. Bila misalnya Anda mengamati bahwa ia biasanya akan bisa langsung diam ketika diperingatkan oleh guru atau Anda sendiri sebagai orangtuanya, maka ada indikasi bahwa perilaku aktifnya memang sekedar mencari perhatian. Kemungkinan lain, pada anak-anak tertentu dengan kecerdasan tinggi mereka sering merasa bosan dengan pelajaran yang diberikan karena kurang menantang. Oleh karena itu, perilaku aktif biasanya dilakukan untuk  mengatasi kejenuhan yang dialaminya. Bisa juga, aktivitas yang cenderung tinggi disebabkan oleh sistem metabolisme tubuh yang mendorongnya terus menerus aktif. Alasan lain adalah ada kemungkinan juga hiperaktivitas yang dimiliki anak memang sudah masuk gangguan klinis sehingga membutuhkan terapi tertentu.

Untuk menyatakan atau menegakkan diagnosa yang tepat dari perilaku anak Anda, kita memang perlu membutuhkan observasi lebih lanjut yang biasanya dilakukan oleh ahli. Bila Anda  merasa bahwa perilaku anak Anda memang sudah sangat mengganggu, bahkan bagi orang lain di sekitarnya, maka tampaknya Anda memang perlu mendatangi professional yang memiliki keahlian di bidang ilmu perilaku, bisa psikolog atau psikiater. Para psikolog maupun psikiater akan melakukan observasi dan pemeriksaan lebih lengkap untuk kemudian memberi saran dan rekomendasi yang lebih tepat.

Kami di Brain Optimax menyebut pendekatan yang kami gunakan sebagai Neuro-psikofisiologis, suatu pendekatan yang bersumber dari pengetahuan mengenai ilmu psikologi, ilmu tentang bagaimana cara otak bekerja,dan ilmu mengenai sistem tubuh bekerja. Berdasarkan pendekatan Neuro-psikofisiologi ini, hiperaktivitas  bisa disebabkan oleh pola gelombang otak tertentu atau sistem metabolisme tubuh.  Oleh karena itu, selain melalui observasi perilaku anak dan wawancara pada orangtua, biasanya Brain Optimax juga melakukan Quantitative BrainMapping (Q-BrainMap) untuk mengetahui pola-pola gelombang otak pada klien. Melalui Q-BrainMap saya bisa menjelaskan lebih dalam apakah hiperaktivitas anak ada hubungannya dengan pola gelombang otak tertentu atau tidak. Bila memang ditemukan pola tertentu yang berkaitan, maka Brain Optimax akan  menambahkan pelatihan gelombang otak yang disebut sebagai EEG-Biofeedback sebagai solusi dari hiperaktivitas yang ada. Pelatihan ini sudah teruji secara ilmiah dapat membantu anak dengan gejala kurang perhatian, impulsif (bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu), dan hiperaktif. Ada berbagai riset dalam jurnal ilmiah mengenai pelatihan EEG-Biofeedback yang bisa Anda buktikan dan cari sendiri melalui jaringan internet. Selain itu, bila anak Anda sangat aktif perlu juga mengarahkannya pada aktivitas fisik positif yang mampu mengeluarkan energinya yang berlebih, yaitu misalnya melalui olahraga. {}

Sumber:
Hughes, J.R., and John, E.R. (1999). Conventional and Quantitative electroencephalography in psychiatry. The Journal of Neuropsychiatry and Clinical Neurosciences, 11, hal.190-206Papalia, Olds, and Feldman. (2007). Human Development. New York: McGraw Hill
Thompson, M., and Thompson, L. (2006). Improving attention in adults and children: Differing electroencephalographic profiles and implications for training, Biofeedback, 34, 99-105


Tidak ada komentar:

Posting Komentar