Si Kecil Sangat Aktif,
Normal atau Tidak?
Oleh: Ratih Arruum Listiyandini, M.Psi,
Psi.
Psikolog Klinis-Neuroterapis dari Brain
Optimax
Beberapa ibu bertanya pada saya. Beliau bertanya,
apakah normal bila anaknya sangat aktif dan tidak bisa diam. Ia merasa cemas,
apakah anaknya normal atau tidak. Topik mengenai perkembangan anak yang sangat
aktif ini seringkali ditanyakan kepada kami sebagai psikolog. Oleh karena itu,
kali ini saya akan coba menjelaskannya dalam tulisan ini.
Sebenarnya seorang anak yang aktif adalah hal yang
wajar, karena anak-anak biasanya memang spontan dan senang mengeksplorasi dunia
sekelilingnya. Ada rentang usia dimana anak akan lebih aktif dibandingkan pada
tahan perkembangan lainnya. Contohnya, anak-anak yang berusia dua hingga lima
tahun tentunya lebih aktif dibandingkan pada usia selanjutnya. Pada usia-usia
ini anak-anak sedang senang-senangnya mengeksplorasi dunia di sekelilingnya.
Maka yang kita perlu lakukan sebagai orangtua adalah cukup mengarahkan ia pada
aktivitas yang positif dan tidak merusak. Kita sebagai orangtua juga harus
memperhatikan sejauh mana tingkat aktivitas anak masih dalam hal yang positif
atau sudah dapat dikatakan cukup mengganggu.
Biasanya memang ketika anak mulai bersekolah, kita
bisa melihat dan membandingkan seperti apa tingkat aktivitas anak kita
dibandingkan teman-teman seusianya. Apabila teman-teman seusianya sudah bisa
diarahkan gurunya untuk duduk tenang dan mau mengikuti instruksi guru,
sedangkan anak misalnya justru tidak mau mendengar gurunya, mengganggu teman-teman satu kelasnya, atau
bahkan melakukan ulah yang membuat suasana kelas menjadi tidak tenang, Anda
memang sudah saatnya perlu memberi perhatian terhadap perilaku anak Anda.
Alasan seorang anak menjadi sangat aktif dan sulit
diatur sebenarnya ada banyak. Beberapa diantaranya misalnya, bisa saja untuk
sekedar mencari perhatian. Untuk mengetahui bahwa hal ini yang memang menjadi
alasannya,Anda perlu mengamati lebih lanjut apakah ada perbedaan perilaku aktif
ketika ada yang memperhatikan dan ketika tidak ada yang memperhatikan. Bila
misalnya Anda mengamati bahwa ia biasanya akan bisa langsung diam ketika
diperingatkan oleh guru atau Anda sendiri sebagai orangtuanya, maka ada
indikasi bahwa perilaku aktifnya memang sekedar mencari perhatian. Kemungkinan
lain, pada anak-anak tertentu dengan kecerdasan tinggi mereka sering merasa
bosan dengan pelajaran yang diberikan karena kurang menantang. Oleh karena itu,
perilaku aktif biasanya dilakukan untuk
mengatasi kejenuhan yang dialaminya. Bisa juga, aktivitas yang cenderung
tinggi disebabkan oleh sistem metabolisme tubuh yang mendorongnya terus menerus
aktif. Alasan lain adalah ada kemungkinan juga hiperaktivitas yang dimiliki
anak memang sudah masuk gangguan klinis sehingga membutuhkan terapi tertentu.
Untuk menyatakan atau menegakkan diagnosa yang tepat
dari perilaku anak Anda, kita memang perlu membutuhkan observasi lebih lanjut
yang biasanya dilakukan oleh ahli. Bila Anda
merasa bahwa perilaku anak Anda memang sudah sangat mengganggu, bahkan bagi
orang lain di sekitarnya, maka tampaknya Anda memang perlu mendatangi
professional yang memiliki keahlian di bidang ilmu perilaku, bisa psikolog atau
psikiater. Para psikolog maupun psikiater akan melakukan observasi dan
pemeriksaan lebih lengkap untuk kemudian memberi saran dan rekomendasi yang
lebih tepat.
Kami di Brain Optimax menyebut pendekatan yang kami
gunakan sebagai Neuro-psikofisiologis, suatu pendekatan yang bersumber dari
pengetahuan mengenai ilmu psikologi, ilmu tentang bagaimana cara otak
bekerja,dan ilmu mengenai sistem tubuh bekerja. Berdasarkan pendekatan
Neuro-psikofisiologi ini, hiperaktivitas
bisa disebabkan oleh pola gelombang otak tertentu atau sistem metabolisme
tubuh. Oleh karena itu, selain melalui
observasi perilaku anak dan wawancara pada orangtua, biasanya Brain Optimax
juga melakukan Quantitative BrainMapping (Q-BrainMap) untuk mengetahui
pola-pola gelombang otak pada klien. Melalui Q-BrainMap saya bisa menjelaskan
lebih dalam apakah hiperaktivitas anak ada hubungannya dengan pola gelombang
otak tertentu atau tidak. Bila memang ditemukan pola tertentu yang berkaitan,
maka Brain Optimax akan menambahkan
pelatihan gelombang otak yang disebut sebagai EEG-Biofeedback sebagai solusi
dari hiperaktivitas yang ada. Pelatihan ini sudah teruji secara ilmiah dapat
membantu anak dengan gejala kurang perhatian, impulsif (bertindak tanpa
berpikir terlebih dahulu), dan hiperaktif. Ada berbagai riset dalam jurnal
ilmiah mengenai pelatihan EEG-Biofeedback yang bisa Anda buktikan dan cari
sendiri melalui jaringan internet. Selain itu, bila anak Anda sangat aktif
perlu juga mengarahkannya pada aktivitas fisik positif yang mampu mengeluarkan
energinya yang berlebih, yaitu misalnya melalui olahraga. {}
Sumber:
Hughes, J.R., and John, E.R. (1999). Conventional and Quantitative electroencephalography in psychiatry. The Journal of Neuropsychiatry and Clinical Neurosciences, 11, hal.190-206Papalia,
Olds, and Feldman. (2007). Human
Development. New York: McGraw Hill
Thompson,
M., and Thompson, L. (2006). Improving attention in adults and children:
Differing electroencephalographic profiles and implications for training,
Biofeedback, 34, 99-105

Tidak ada komentar:
Posting Komentar